Diprediksi 2023 Dunia Mengalami Resesi? Terapkan Cara Berikut untuk Simpan Duit

Ad Widget
Ilustrasi resesi dunia/Dok. ist

Nusantaraaktual.com, Jakarta – Dunia pada 2023 diprediksi akan mengalami resesi. Indonesia digadang-gadang bila tidak memperhatikan serius situasi ini akan memberi dampak pada ekonomi tanah air. Setidaknya ancaman resesi global tahun 2023 menyelimuti pasar keuangan Tanah Air. Ancaman resesi hadir karena saat ini dunia sedang bergejolak akibat dari isu geopolitik global yang berlangsung.

Saat ini, inflasi di dalam negeri semakin tinggi membuat sebagian pasar saham mulai diperhitungkan untuk dijual. Rupiah mulai terkena imbasnya, meski pasar obligasi masih bervariasi.

Anthony Watson dari Founder dan Presiden Thrive Retirement Specialist di Michigan menjelaskan, kenaikan angka inflasi di sejumlah negara membuat isu resesi terasa semakin nyata. Aset-aset berisiko pun rontok belakangan ini. Kepala ekonom global Citigroup, Nathan Sheets, mengatakan risiko dunia mengalami resesi kini sebesar 50% dalam 18 bulan ke depan.

Dalam analisanya, Anthony memberi saran negara yang kemungkinan resesi agar melakukan divestasi investasi. Menurutnya, dalam kondisi resesi, value stock atau saham-saham yang dinilai memiliki harga terlalu rendah ketimbang kinerja keuangannya, akan lebih menguntungkan ketimbang growth stock.

“Value stock cenderung unggul ketimbang growth stock ketika memasuki resesi,” kata Watson sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, dikutip Senin (18/7/2022).

Selain itu, ia juga menyarankan untuk mempertimbangkan aset investasi masuk ke obligasi, sebab selain lebih aman ketimbang saham, imbal hasil (yield) yang ditawarkan kini cukup tinggi.

Kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral membuat yield obligasi cenderung akan menanjak. Hal ini tentunya memberikan keuntungan, apalagi obligasi merupakan aset yang lebih aman ketimbang saham.

Selain obligasi, emas yang secara tradisional menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi juga bisa menjadi pilihan investasi. Awal Maret lalu emas sempat melesat ke US$ 2.069/troy ons dan nyaris memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Namun setelahnya justru melempem dan kini diperdagangkan di dekat US$ 1.800/troy ons. Seandainya dunia mengalami resesi, apalagi jika kebijakan bank sentral gagal menurunkan inflasi dengan cepat, maka emas punya potensi kembali melesat.

Related Posts

Ad Widget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *